Analisis Data Pendidikan Bali

Peta daya saing 88 SMA Negeri di Bali

Data nilai pendaftar jalur prestasi (kemampuan akademik) SPMB 2026 dianalisis per sekolah dan per kabupaten — dari yang paling kompetitif hingga yang paling terbuka.

📅 29 Juni 2026 🏭 Jalur Prestasi (Kemampuan Akademik) ✅ 88 SMA Negeri 📍 9 Kabupaten/Kota 📖 smabali.spmb.id
Overview

Gambaran besar data Bali 2026

Nilai yang ditampilkan adalah nilai tertinggi dan terendah yang dimiliki pendaftar di setiap sekolah pada jalur prestasi (kemampuan akademik).

196.67
Nilai tertinggi se-Bali
SMAN 1 Singaraja & SMAN 1 Amlapura
36.67
Nilai terendah se-Bali
SMAN 1 Kerambitan, Tabanan
159.2
Rata-rata nilai maks
Mean nilai tertinggi per sekolah
99.7
Rata-rata nilai min
Mean nilai terendah per sekolah
153.3
Celah terlebar
Buleleng: 196.67 — 43.33
86.7
Celah tersempit
Denpasar — paling konsisten
Nilai rata-rata per kabupaten
Rata-rata nilai maks dan min pendaftar
Rata-rata nilai maks Rata-rata nilai min
Bar chart nilai per kabupaten
Celah internal per kabupaten
Selisih antara nilai maks tertinggi dan nilai min terendah
Bar chart celah internal
Top 10 sekolah — nilai tertinggi pendaftar
Diurutkan dari nilai maks tertinggi. Jika seri, pemecahnya adalah nilai minimum (lantai) tertinggi — jadi sekolah yang lantai pendaftarnya lebih kuat naik lebih dulu.
💡 SMAN 1 Singaraja & SMAN 1 Amlapura (196.67) mengalahkan semua sekolah Denpasar — padahal keduanya dari luar ibu kota provinsi.
Insight Utama

8 temuan menarik dari data

Diolah dari data resmi SPMB dengan bantuan analisis Claude (Anthropic).

Paradoks Buleleng — elite sekaligus tertinggal
Celah 153 poin dalam satu kabupaten: SMAN 1 Singaraja (196.67) vs SMAN 1 Busungbiu (43.33). Mencerminkan ketimpangan kota–pedalaman yang ekstrem.
153.3
Celah internal Buleleng
43.33
Nilai min terendah Buleleng
Denpasar — paling merata, bukan tertinggi
Rata-rata nilai minimum Denpasar 128.9 — tertinggi se-Bali. Sekolah "terlemah" di Denpasar masih lebih ketat dari sekolah terkuat di banyak kabupaten lain. Celah internalnya hanya 86.7 poin.
📍
Gianyar — dua dunia dalam satu kabupaten
SMAN 1 Gianyar berlantai 140 — salah satu tertinggi se-Bali, tapi SMAN 1 Payangan hanya 30 km ke utara punya nilai min 50. Celah 90 poin dalam satu kabupaten.
📊
5 tier daya saing se-Bali
13 sekolah elite (min ≥130), 36 kompetitif, 24 menengah, 14 terbuka, dan 1 hampir open access. Mayoritas justru menumpuk di tier kompetitif.
🌍
Klungkung & kepulauan — akses terbatas
SMAN 1 Banjarangkan punya nilai maks hanya 126.67 — terendah se-Bali. 3 sekolah Satu Atap di Nusa Penida & Lembongan mencerminkan tantangan akses di pulau terpencil.
Jembrana — tak ada sekolah yang tertinggal
Dari 7 sekolah Jembrana, nilai minimum terendahnya tetap 76.67 (SMAN 2 Mendoyo) — semuanya tier Menengah ke atas. Satu-satunya kabupaten tanpa sekolah di tier Terbuka maupun Open Access.
🏅
SMAN 1 Gianyar — menembus papan atas Denpasar
Dengan nilai minimum 140, SMAN 1 Gianyar bersaing langsung dengan SMAN 1, 2, 3, 4, dan 7 Denpasar. Hanya dua sekolah non-Denpasar yang masuk 7 lantai tertinggi se-Bali — Gianyar dan SMAN 1 Singaraja (143.33).
Insight Lanjutan

12 temuan tambahan dari angka

Pola yang baru muncul setelah data dibedah lebih dalam — soal konsentrasi, sebaran, dan ketimpangan di dalam satu sekolah.

🔝
SMAN 4 Denpasar — lantai tertinggi se-Bali
Nilai minimum pendaftarnya 146.67 — tertinggi se-Bali. Bahkan pendaftar "terlemah" di sini mengungguli mayoritas sekolah lain. 6 dari 10 lantai masuk tertinggi dipegang Denpasar.
146.67
Lantai SMAN 4 Denpasar
6/10
Lantai tertinggi = Denpasar
SMAN 2 Tejakula — jurang dalam satu sekolah
Pendaftar terbaiknya meraih 180, tapi lantainya hanya 77 — rentang 103 poin dalam satu sekolah, terlebar se-Bali. Buleleng mengisi 3 dari sekolah berentang terlebar: prestasi individu tinggi, intake sangat terbuka.
103
Poin rentang internal
180 → 77
Maks vs min
🎯
SMAN 9 Denpasar — pendaftar paling rapat
Rentang nilai pendaftarnya hanya 23 poin (153→130) — tersempit se-Bali. Peminatnya hampir seragam kuat, nyaris tanpa pendaftar "coba-coba" yang melebar ke bawah.
🔗
Puncak & lantai bergerak bersama — tapi tak mutlak
Korelasi nilai maks dan min antar-sekolah r = 0.72. Sekolah yang menarik juara biasanya juga berlantai tinggi, tapi ~28% variasi lantai tak dijelaskan reputasi — masih ada kejutan di luar nama besar.
📏
Separuh sekolah berlantai ≥103
Median nilai minimum 103.34: separuh sekolah Bali hanya menerima pendaftar di tier Kompetitif ke atas. Tapi sebarannya lebar — simpangan baku 28 poin, membentang dari 36.67 hingga 146.67.
🌐
Buleleng — jaringan terbesar, bukan terkuat
Dengan 16 SMA, Buleleng punya jaringan terbanyak se-Bali — tapi rata-rata lantainya hanya 84.8 (terendah ketiga). Skala besar tidak otomatis berarti selektif.
16
SMA di Buleleng
84.8
Rata-rata lantai
🥈
Badung — runner-up sang ibu kota
13 sekolah dengan rata-rata lantai 111.5 (tertinggi kedua se-Bali) dan 2 sekolah elite. Sabuk selatan adalah zona paling kompetitif setelah Denpasar.
Timpang di kedua ujung — Buleleng & Karangasem
Keduanya memegang nilai maks tertinggi se-Bali (196.67), tapi sekaligus punya lantai sangat rendah (43.33 & 53.34). Kabupaten dengan jurang kota–pedalaman paling lebar.
Label "SMAN 1" bukan jaminan ketat
Rata-rata lantai sekolah bernomor 1 justru lebih rendah (93.3) daripada sekolah bernomor lebih besar (108.1). Sebabnya: hampir tiap kecamatan punya "SMAN 1", termasuk yang terpencil — sedangkan sekolah bernomor besar menumpuk di kota. Nomor 1 menandakan tertua, bukan terketat.
93.3
Rata-rata lantai SMAN 1 (n=50)
108.1
Rata-rata lantai non-#1 (n=38)
👯
Pasangan kembar statistik
SMAN 1 & SMAN 2 Denpasar identik sempurna — maks 183.33, lantai 140. Bahkan lintas kabupaten ada kembar: SMAN 1 Kuta (Badung) dan SMAN 1 Bangli sama persis di 176.67 / 126.67. Profil pendaftar yang nyaris fotokopi.
183.33/140
SMAN 1 ≈ 2 Denpasar
176.67/126.67
Kuta ≈ Bangli
🏔
Hanya 10 sekolah berplafon ≥180
Dari 88 SMA, cuma 10 (11%) pernah menerima pendaftar bernilai ≥180. Lima di antaranya tembus ≥190: SMAN 1 Singaraja, 1 Amlapura, 1 Gianyar, serta 3 & 4 Denpasar. Puncak prestasi sangat langka dan terpusat.
10/88
Sekolah plafon ≥180
5
Sekolah plafon ≥190
Profil Per Kabupaten

9 kabupaten, 9 cerita berbeda

Satu kartu untuk tiap kabupaten/kota — diurutkan dari yang lantai masuknya paling tinggi (paling ketat) ke yang paling terbuka. Setiap angka dihitung langsung dari data 88 sekolah.

🥈
Badung — runner-up sang ibu kota
13 sekolah dengan rata-rata lantai 111.5 — tertinggi kedua se-Bali. Sembilan di antaranya bertengger di tier Kompetitif. Satu pengecualian, SMAN 3 Mengwi (lantai 56.66), menyeret celah internal kabupaten ke 120 poin.
111.5
Rata-rata lantai
9
Sekolah tier Kompetitif
🌏
Gianyar — dua dunia, satu kabupaten
SMAN 1 Gianyar berlantai 140 — menembus papan atas Denpasar. Tapi SMAN 1 Payangan, hanya ~30 km ke utara, lantainya cuma 50. Celah 140 poin dalam satu kabupaten — kontras kota–pinggiran paling tajam ketiga se-Bali.
140
SMAN 1 Gianyar
50
SMAN 1 Payangan
Jembrana — tak ada yang tertinggal
Satu-satunya kabupaten yang seluruh sekolahnya minimal tier Menengah. Lantai terendahnya pun masih 76.67 (SMAN 2 Mendoyo). Tanpa sekolah Elite, tapi juga tanpa satu pun sekolah di tier Terbuka — paling konsisten di papan tengah.
76.67
Lantai terendah (tertinggi se-Bali)
0
Sekolah tier Terbuka
Karangasem — mahkota & jurang sekaligus
SMAN 1 Amlapura mencetak 196.67 — seri sebagai nilai tertinggi se-Bali. Tapi celah internalnya juga ekstrem, 143 poin: SMAN 1 Manggis hanya berlantai 53.34. Timpang di kedua ujung, persis seperti Buleleng.
196.67
Nilai maks SMAN 1 Amlapura
53.34
Lantai SMAN 1 Manggis
📉
Tabanan — rumah nilai terendah se-Bali
SMAN 1 Kerambitan berlantai 36.67 — terendah se-Bali. Padahal di kabupaten yang sama, SMAN 1 Tabanan berlantai 133.34 (tier Elite). Tabanan satu-satunya kabupaten yang kelima tier-nya terisi, dari Elite hingga hampir Open Access.
36.67
Lantai SMAN 1 Kerambitan
5
Tier yang terisi (terlengkap)
🏝
Klungkung — tantangan akses kepulauan
Rata-rata nilai maks-nya 147.9 — terendah se-Bali. SMAN 1 Banjarangkan bahkan berplafon hanya 126.67, atap tertinggi terendah se-Bali. 3 sekolah Satu Atap di Nusa Penida & Lembongan mencerminkan sulitnya akses pendidikan di pulau terpencil.
126.67
Plafon SMAN 1 Banjarangkan
3
Sekolah Satu Atap kepulauan
Buleleng — paradoks terbesar se-Bali
Jaringan terbanyak (16 SMA) sekaligus celah internal terlebar, 153 poin: SMAN 1 Singaraja menembus 196.67, SMAN 1 Busungbiu hanya berlantai 43.33. Enam sekolahnya ada di tier Terbuka — terbanyak se-Bali. Skala besar, daya saing tak merata.
153.3
Celah internal (terlebar)
16
SMA (jaringan terbesar)
🏛
Bangli — bergantung satu unggulan
Jaringan terkecil se-Bali, hanya 5 SMA. SMAN 1 Bangli memimpin sendirian dengan lantai 126.67 (nyaris Elite), sementara empat lainnya tersebar dari Menengah ke Terbuka. SMAN 1 Susut, yang terendah, berlantai 56.67.
126.67
Lantai SMAN 1 Bangli
5
SMA (jaringan terkecil)
Fokus Kabupaten

Deep dive tiap kabupaten

Pilih tab kabupaten untuk melihat sebaran seluruh sekolahnya, nilai maks & min per sekolah, plus insight khusus yang dihitung dari datanya sendiri.

Rentang nilai pendaftar per sekolah
Titik kiri = nilai minimum (lantai)  |  titik kanan = nilai maksimum  |  ungu = sekolah puncak, merah = lantai terendah
Insight khusus —
Temuan spesifik untuk kabupaten terpilih
    Nilai maks & min per sekolah —
    Nilai maks Nilai min
    Bar chart per sekolah
    Data Lengkap

    Semua 88 sekolah

    Filter, cari, dan urutkan data sesuai kebutuhan. Baris kuning = sekolah di Gianyar.

    # Nama Sekolah Kabupaten/Kota Nilai Maks ↕ Nilai Min ↕ Rentang Tier
    Tentang & Metodologi

    Sumber data & cara kerja

    Transparansi penuh tentang bagaimana data ini dikumpulkan dan diolah.

    🌐

    Sumber Data Resmi

    Data diambil dari situs resmi SPMB Bali: smabali.spmb.id/010901/hasil. Tanggal pengambilan data: 29 Juni 2026. Data merupakan nilai pendaftar jalur prestasi (kemampuan akademik) — bukan nilai kelulusan atau nilai yang dijamin diterima.

    🤖

    Diolah dengan Claude (Anthropic)

    Seluruh analisis, visualisasi, dan insight dalam halaman ini dibuat dengan bantuan Claude oleh Anthropic (claude.ai). Claude digunakan untuk analisis statistik, pembuatan kode Python, Excel, dan HTML, serta penulisan narasi insight dalam Bahasa Indonesia.

    📈

    Metodologi

    Nilai pendaftar dari tiap sekolah dikelompokkan per kabupaten. Tier daya saing ditentukan berdasarkan nilai minimum masuk: Elite (≥130), Kompetitif (100–129), Menengah (70–99), Terbuka (40–69), Hampir Open Access (<40). Rata-rata dihitung dari seluruh sekolah per kabupaten.

    Kode Python untuk analisis

    Script yang digunakan untuk mengolah dan menganalisis data ini:

    #!/usr/bin/env python3 # SPMB SMA Bali 2026 — Jalur Prestasi (Kemampuan Akademik) # Sumber: smabali.spmb.id/010901/hasil | 29 Juni 2026 # Dibantu Claude (Anthropic) — claude.ai from collections import defaultdict def tier(lo): if lo >= 130: return "Tier 1 — Elite" elif lo >= 100: return "Tier 2 — Kompetitif" elif lo >= 70: return "Tier 3 — Menengah" elif lo >= 40: return "Tier 4 — Terbuka" else: return "Tier 5 — Hampir Open Access" def analyze(data): kab = defaultdict(list) for nm, k, hi, lo in data: kab[k].append((nm, hi, lo)) for k, schools in kab.items(): mhi = max(s[1] for s in schools) mlo = min(s[2] for s in schools) avg = sum(s[2] for s in schools)/len(schools) print(f"{k}: gap={mhi-mlo:.1f}, avg_min={avg:.1f}")
    # Logika penentuan tier daya saing # Berdasarkan nilai MINIMUM masuk sekolah TIER_RULES = [ (130, "Tier 1 — Elite"), # 13 sekolah (100, "Tier 2 — Kompetitif"), # 36 sekolah ( 70, "Tier 3 — Menengah"), # 24 sekolah ( 40, "Tier 4 — Terbuka"), # 14 sekolah ( 0, "Tier 5 — Hampir Open"), # 1 sekolah ] def tier(nilai_min): for threshold, label in TIER_RULES: if nilai_min >= threshold: return label