Gabungkan 88 SMA dan 57 SMK Negeri dalam satu tabel. Saring per jenjang, kabupaten, dan kecamatan; urutkan tiap kolom dengan sekali klik header.
Yang hanya terlihat saat kedua jenjang disandingkan: seberapa jauh rata-rata lantai masuk SMA di atas SMK pada kabupaten yang sama. Diurutkan dari jurang terlebar ke tersempit. (Lantai SMK dihitung tanpa sekolah ber-min 0.)
Angka = rata-rata nilai minimum (lantai) pendaftar per kabupaten. SMA dari 88 sekolah, SMK dari 57 sekolah tanpa yang ber-min 0. Telusuri detail tiap sekolah di tabel bawah.
Pola yang tak terlihat kalau SMA dan SMK dilihat terpisah — soal puncak, sebaran jaringan, dan di mana sebenarnya jurang dua jalur ini.
Menggabungkan SMA & SMK per kabupaten: jurang antara nilai maks tertinggi dan lantai terendah, serta 10 sekolah dengan nilai pendaftar tertinggi se-Bali lintas jenjang.
Pilih kabupaten untuk melihat seluruh sekolahnya — SMA dan SMK sekaligus — beserta insight gabungannya. Biru = SMA, ungu = SMK; titik amber = SMK ber-min 0.
| Nama Sekolah | Jenjang | Kabupaten | Kecamatan | Nilai Maks | Nilai Min | Rentang | Kompetensi | Tier |
|---|
Catatan: kecamatan disimpulkan dari nama sekolah (mis. "SMAN 1 Mengwi" → Mengwi). Sekolah di Kota Denpasar diberi label "Denpasar (kota)" karena namanya tidak menunjukkan kecamatan spesifik. Nilai min 0 pada SMK berarti ada kompetensi keahlian yang tidak terisi penuh — bukan nilai nol sebenarnya.